Wanita Tanpa Pakaian, Penyebab dan Solusinya

Busana adalah salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh manusia, baik pria maupun wanita. Ketika kita melihat atau bertemu dengan seseorang yang belum dikenal, penampilan adalah hal pertama yang akan dilirik. Karena itulah, sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan penampilan agar dapat memikat lawan bicara. Serta dapat memilih busana yang mencerminkan jati diri dan kepribadian yang Anda miliki. Pada zaman dahulu wanita tanpa pakaian adalah hal yang lumrah dijumpai. Karena pada masa itu manusia belum mengenal pakaian. Seiring dengan berjalannya waktu mereka mulai menggunakan pakaian dari dedaunan, kulit binatang, hingga akhirnya menggunakan kain yang diperoleh dari rajutan benang.

Banyak orang yang menjadikan busana sebagai salah satu ukuran untuk menilai seseorang. Apakah mereka baik atau tidak, dapat dipercaya atau cenderung berkhianat, setia atau justru suka tidak pernah serius dengan suatu hal. Semua itu dapat tercermin dari bagaimana seseorang berbusana. Orang yang berpendidikan penampilannya akan berbeda dengan mereka yang tidak berpendidikan. Begitu juga orang yang mempunyai kepercayaan diri tinggi akan menggunakan busana yang memancarkan rasa percaya terhadap kemampuan dirinya. Sedangkan apabila kita menjumpai wanita tanpa pakaian, maka hal pertama yang hinggap dalam pikiran adalah hasrat seksual.

Beda dengan Wanita Berjilbab, Yang dimaksud dengan wanita tanpa pakaian adalah para wanita yang senang mempertontonkan tubuhnya dengan cara tidak memakai pakaian alias bugil. Bagi kebanyakan orang hal ini sangat aneh dan tidak biasa. Karena itulah banyak yang heran terhadap adanya wanita yang lebih suka tidak memakai pakaian. Sah saja apabila hal tersebut dilakukan di kamar sendiri atau tempat pribadi. Namun akan berubah menjadi suatu hal yang tabu jika dilakukan di tempat umum yang bisa disaksikan oleh masyarakat umum. Bukan hanya telanjang bulat saja yang termasuk dalam kategori tidak memakai pakaian. Bagi sekelompok masyarakat, wanita yang berpakaian sangat minim juga dikatakan tidak memakai baju. Terlebih bagi masyarakat dengan budaya ketimuran seperti Indonesia.

[su_accordion][su_spoiler title=”1. Pengertian Eksibisionis” style=”fancy”]

Pengertian Eksibisionis

Wanita tanpa pakaian mempunyai istilah lain, yakni exhibitionist atau orang yang suka memamerkan tubuhnya sendiri kepada orang lain. Ada beberapa hal yang mendorong seseorang untuk melakukan hal ini. Sebelumnya ada baiknya untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan eksibisionis. Eksibisionis mempunyai arti memamerkan. Para ahli mengartikan eksibisionis sebagai sebuah dorongan yang dimiliki oleh seseorang untuk memperlihatkan organ kelaminnya ke orang lain. Dengan tujuan untuk membuat orang lain menjadi kagum terhadap organ intim yang dimiliki atau membuat mereka takut dan terkejut. Hal ini termasuk dalam salah satu gangguan yang harus Anda hindari.

Pria dan wanita sama-sama mempunyai kemungkinan untuk merasakan gangguan semacam ini. Wanita yang mengidap eksibisionisme akan mendapatkan kepuasan ketika pria merasa terangsang dengan melihat organ vital wanita tersebut atau payudaranya. Bisa juga bagian tubuh lain atau bahkan seluruh tubuh yang diperlihatkan tanpa memakai busana sama sekali. Biasanya ketika para eksibisionis mempertontonkan tubuhnya, di saat yang bersamaan mereka melakukan masturbasi. Orang yang menjadi sasaran untuk dipertontonkan pada umumnya orang yang belum pernah dikenal oleh yang bersangkutan. Ketika melakukan hal tersebut, pengidap eksibisionisme gairah seksualnya bangkit.

[/su_spoiler][su_spoiler title=”2. Penyebab Beberapa Wanita Cantik Tanpa Pakaian” style=”fancy”]

Penyebab Wanita Tanpa Pakaian

Berikut adalah penyebab seseorang suka menampilkan tubuh tanpa busana ke khalayak umum:

  1. Psikologis

Factor pertama yang menyebabkan munculnya kecenderungan untuk telanjang di hadapan orang lain adalah factor gangguan psikologis, biasanya mereka mengumbar Foto Mesra dimedsos atau tempat lainnya. Masa kecil yang buruk dari segi interaksi dengan lawan jenis bisa menjadi pemicu timbulnya eksibisionisme. Bisa juga karena perlakuan yang pernah didapat sewaktu kecil dari lawan jenis. Atau barangkali ia pernah mendapatkan perlakuan serupa dari eksibisionis lain di masa lalu. Rasa rendah diri, kurangnya pergaulan dan tidak adanya seseorang yang bisa dijadikan sebagai tempat bercerita juga dapat menjadi penyebab. Beberapa kasus memiliki penyebab berupa rasa tidak puas ketika berhubungan intim dengan pasangan. Memamerkan tubuh kemudian menjadi pelampiasan hal tersebut.

  1. Biologis

Factor biologis erat kaitannya dengan hormone yang ada di dalam tubuh manusia. Hormone androgen dipercaya sebagai hormone yang membuat seseorang suka memperlihatkan tubuh kepada pihak lain. Kandungan hormone androgen lebih banyak pada pria. Hal itulah yang membuat pengidap eksibisionisme didominasi oleh pria. Tidak hanya persoalan hormone, gangguan pada syaraf di bagian kepala juga bisa dikaitkan dengan sejumlah kasus. Meski demikian bisa dibilang bahwa semakin lama, seiring dengan emansipasi yang terus digalangkan dan keberanian wanita dalam mengekspresikan diri, eksibisionisme wanita semakin meningkat.

  1. Sosiokultural

Hal terakhir yang menjadi factor penyebab dari timbulnya gangguan seperti ini adalah sosiokultural. Yaitu lingkungan di mana seseorang tinggal dan menjalani aktivitas sehari-hari, serta budaya yang ada di lingkungan tersebut. Sebagai contoh, apabila seseorang mempunyai teman yang juga suka memamerkan tubuh, maka orang tersebut mempunyai kemungkinan lebih besar untuk ikut menjadi eksibisionis. Apalagi jika didukung dengan pembiaran dan tidak harmonisnya hubungan dengan orang tua dan keluarga. Terlebih kalau masyarakat sekitar tidak memberikan suatu arahan dan malah terkesan membiarkan.

[/su_spoiler][su_spoiler title=”3. Solusi Jitu Menghilangkan Kebiasaan Wanita Tanpa Pakaian” style=”fancy”]

Solusi Menghilangkan Kebiasaan Wanita Tanpa Pakaian

  1. Teknik Behavioural

Solusi Pertama dengan Teknik behavioural merupakan suatu teknik terapi yang berfungsi untuk mengubah perilaku negative berupa aspek seksual yang awalnya suka telanjang di hadapan umum. Ada dua jenis terapi behavioural yang biasa digunakan. Pertama adalah terapi aversif yang berupa pemberian kejutan fisik ketika orang tersebut berusaha untuk memperlihatkan bagian tubuhnya seperti wanita tanpa pakaian. Selanjutnya adalah metode yang dinamakan orgasmic reorientation. Maksudnya adalah suatu terapi untuk menjadikan seseorang yang mengidap gangguan ini dapat terangsang dengan rangsangan yang normal. Sehingga kecenderungan untuk telanjang di depan umum menjadi berkurang.

  1. Metode Kognitif

Solusi yang kedua, Metode yang satu ini terkait dengan penamaan nilai serta pandangan. Memberikan suatu pemahaman berupa dampak yang bisa diterima wanita tanpa pakaian dari orang asing. Juga meluruskan pandangan yang awalnya bersifat individual yakni mementingkan kepuasan pribadi semata. Dan mengubahnya kearah yang lebih positif dengan mempertimbangkan apa yang dirasakan dan dalami orang lain terhadap ulah mereka. Rasa empati adalah hal penting yang terus ditingkatkan melalui metode yang sangat berguna untuk menghapuskan gangguan tersebut.

  1. Penanganan Biologis

Dan Solusi yang terakhir adalah Apabila dua metode yang sudah disebutkan di atas masih belum mampu untuk mengatasi wanita tanpa pakaian yang sudah akut, maka langkah terakhir adalah melakukan suatu upaya biologis. Yakni dengan menghilangkan gairah seksual dari orang yang bersangkutan sehingga tidak lagi memiliki keinginan untuk memamerkan organ intimnya. Bisa dengan menggunakan operasi untuk mengangkat bagian tertentu dari organ vital. Atau bisa pula melalui konsumsi obat yang dapat mengurangi kadar hormon seksual yang sangat penting guna menghilangkan gairah seksual.

[/su_spoiler][/su_accordion]

Demikianlah apa yang bisa disampaikan kepada para pembaca yang budiman terkait dengan wanita tanpa pakaian. Semoga Anda bisa mengambil hal positif dari artikel ini.