Sejarah Batu Merah Delima

Aktual.ID – Sejarah batu merah delima memang begitu panjang, misterius dan tidak bisa dilepaskan dari hal-hal ghaib yang selama ini menjadi kepercayaan masyarakat luas.

Setiap lembar kehidupan pasti mengandung nilai sejarah di dalamnya. Tidak hanya bagian luas yang mudah terlihat, hal kecil pun menyimpan sejarah yang akan mengingatkan manusia yang menghuni untuk selalu belajar dari masa lalu. Karena sejatinya sejarah ada sebagai pengingat para pejuang peradaban agar tak terjerumus pada kesalahan masa silam. Sejarah pula yang mengungkapkan asal-usul sesuatu. Bukan hanya sejarah manusia yang perlu dikupas, apa yang melekat pada manusia pun memiliki nilai sejarah yang patut diketahui, termasuk Sejarah batu merah delima.

Batu merah delima memang sangat memikat masyarakat luas, keindahannya tak terbantahkan. Konon batu merah delima adalah penjelmaan jin. Memiliki batu ini harus dengan penanganan khusus dan menggunakan tempat khusus. Karena jika batu disimpan dalam kotak biasa, batu ini akan menghilang. Namun jangan salah sangka, batu ini bukan makhluk ghaib tapi batu yang memiliki kekuatan. Ya, sejarah batu merah delima memang begitu mistis dan misterius. Banyak yang sepakat bahwa batu cincin merah delima yang banyak beredar bukan merah delima asli. Untuk mendapatkan batu ini yang asli membutuhkan usaha keras dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Hanya orang-orang berkekuatan spiritual tinggi yang bisa mendapatkannya, oleh sebab itu pula harganya mahal.

Sama halnya dengan Batu Junjung Drajat. Batu Merah delima tidak bisa lepas dari sejarah kuno kerajaan di Indonesia dan kisah Nabi Sulaiman. Menurut ahli spiritual, pada zaman dahulu batu merah delima hanya digunakan oleh raja-raja dan orang-orang ternama seperti Jaka Tingkir dan Gajah Mada. Konon, dahulu Nabi Sulaiman mendapatkan batu merah delima dari Allah SWT kemudian diberikan kepada isterinya, Ratu Balqis. Sayangnya, karena batu cincin tersebut tidak cocok dengan pemilik barunya, maka ia menghilang. Sejak saat itu banyak orang mencarinya karena dipercaya dapat meningkatkan kewibawaan.

Masyarakat percaya bahwa batu tersebut tidak bisa diperjual belikan begitu saja. Untuk mendapatkan batu merah delima haru dengan cara hibah. Batu yang banyak beredar adalah batu ruby, yang bebas terjual di pasaran. Sejarah batu merah delima mencatat, batu ini pertama kali ditemukan di Desa Mogok (Myanmar). Dikisahkan, dahulu desa ini hanya berupa hutan belantara. Kemudian ada seekor elang yang sangat besar dan sedang berburu. Ketika sudah mendapatkan buruannya, ia langsung saja mencabik dan akhirnya tercabik pula batu merah delima yang ikut tertelan. Karena tidak bisa mengeluarkan batu merah delima dari perutnya, akhirnya ia mengeluarkan batu dengan semua isi perutnya.

Sejak saat itu, banyak masyarakat yang yakin dan mencari batu merah delima dalam sangkar elang. Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan pandangan dan sejarah batu merah delima. Masyarakat tidak lagi mencarinya dalam sangkar emas. Akhirnya mereka sadar bahwa batu tersebut berasal dari batu yang tertutup oleh lapisan tanah. Kemudian suatu hari, ditemukan sebuah bongkahan batu yang teramat besar berwarna merah si desa Mogok (Myanmar). Fenomena tersebut menggemparkan seluruh dunia dan Mogok terkenal dengan batu rubynya yang tak tertandingi keindahan serta kualitasnya.

Baca Juga : Harga Batu Black Opal Jarong

Namun seiring berjalannya waktu, bangsa barat begitu rakus dengan ingin menguasai batu tersebut dan akhirnya mereka menguasai Desa Mogok demi mencari batu ruby yang besar. Sayangnya, mereka tak pernah menemukan lagi batu ruby yang sebesar temuan pertama. Sebab itulah, batu ini langka karena jumlahnya yang terbatas. Batu ini memang jarang bisa ditemukan. Kalaupun banyak, kualitasnya tidak akan sebaik jenis yang ada di Myanmar. Sekian ulasan mengenai sejarah batu merah delima. Semoga sedikit pengetahuan ini berguna dan mengingatkan kita pada sejarah batu karena Indonesia tidak bisa lepas dari dunia batu akik. Seperti yang kita ketahui, negara kita juga merupakan penghasil batu akik terbaik di dunia.