Pengertian Paragraf Deduktif dan Contohnya

Pengertian Paragraf Deduktif yaitu paragraf yang kalimat utamanya ditempatkan di awal paragraf. Atau dalam istilah lain disebutkan bahwa paragraf deduktif merupakan paragraf di mana pola penulisan paragrafnya menyatakan dari hal yang luas atau umum ke hal yang dianggap khusus. Sedangkan menurut KBBI, deduktif diartikan sebagai bersifat deduksi. Deduksi sendiri di kamus tersebut diartikan sebagai penarikan kesimpulan dari hal atau keadaan umum ke hal atau keadaan khusus.

Deduksi merupakan ungkapan dalam bahasa Inggris, yaitu deduction yang diartikan sebagai penarikan kesimpulan dari hal atau keadaan umum, dan menemukan keadaan yang khusus dari keadaan yang umum. Deduksi merupakan cara berpikir di mana pernyataan atau hal yang bersifat umum digunakan sebagai dasar untuk menarik pernyataan yang bersifat khusus. Dengan kata lain, metode berpikir deduktif merupakan metode atau pola pikir yang menerapkan atau mengambil hal yang umum dahulu kemudian baru dihubungkan ke dalam bagian-bagian yang khusus. Penarikan kesimpulan dengan cara deduktif ini biasanya menggunakan pola pikir yang disebut silogismus.

Kesimpulan yang relatif mudah dipahami dari pengertian paragraf deduktif yaitu paragraf yang berawal dengan permasalahan pokok atau yang sering disebut dengan kalimat utama yang biasanya bersifat umum dan selanjutnya diikuti dengan penjelasan yang lebih terinci atau sering disebut dengan kalimat-kalimat penjelas yang biasanya bersifat khusus. Atau dengan kalimat yang lebih sederhana bisa dikatakan bahwa paragraf deduktif yaitu paragraf yang kesimpulannya diletakkan di awal kalimat.

Kalimat penjelas dalam paragraf deduktif biasanya berupa bukti-bukti, contoh-contoh, rincian khusus, dan lain-lain. Karena paragraf ini dikembangkan dari sebuah pernyataan umum, maka pola kalimat dari paragraf deduktif adalah dari umum ke khusus. Jadi, saat Anda membuat sebuah tulisan atau artikel dengan pola deduktif, maka Anda tinggal menempatkan pokok pikiran di awal paragraf dan melanjutkannya dengan penjelasan-penjelasan yang akan memudahkan pembaca memahami isi dari tulisan Anda tersebut.

Berdasarkan sifat dari kalimat penjelasannya, paragraf deduktif bisa dibedakan menjadi tiga jenis paragraf, yaitu paragraf deduktif pola rincian, paragraf deduktif pola contoh, dan paragraf deduktif pola alasan. Ketiga jenis paragraf ini perbedaannya terletak pada kalimat penjelas yang menjelaskan kalimat utama atau kesimpulan pada paragraf tersebut. Berikut ini penjelasan mengenai ketiga jenis paragraf tersebut beserta contohnya:

Paragraf Deduktif Pola Contoh

Pengertian paragraf deduktif pola contoh yaitu paragraf yang dibuat dengan menempatkan kalimat utama yang berisi kesimpulan di awal paragraf, untuk diuraikan dalam beberapa kalimat penjelas yang berisi contoh, ilustrasi atau penggambaran sebagai pembuktiannya. Berikut adalah contoh paragraf deduktif pola contoh: “Olahraga merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan agar kualitas hidup manusia tetap terjaga. Prof. Dr. Martin Setiabudi, Ph.D., seorang guru besar dari Unair mengatakan bahwa mereka yang jarang atau bahkan tidak pernah melakukan olahraga, maka kapasitas cadangan tubuhnya bisa menurun secara drastis. Padahal, kapasitas cadangan tubuh tersebut dibutuhkan pada saat beraktivitas berat. Beliau mencontohkan bahwa seorang yang sangat jarang berolahraga saat muda, maka pada usia 30 akan tampak seperti halnya orang yang berusia 50 tahun. Misalnya saat harus berjalan jauh atau harus naik tangga, mereka mudah merasa lelah dan nafasnya ngos-ngosan. Sebaliknya, mereka yang rajin olahraga meskipun telah berumur 50 tahun tapi mereka masih mampu melakukan aktivitas seperti halnya orang yang berusia 30 tahun.”

Paragraf Deduktif Pola Rincian

Pengertian paragraf deduktif pola rincian yaitu paragraf yang dibuat dengan menempatkan kalimat utama yang berisi kesimpulan di awal paragraf, untuk diuraikan dalam beberapa kalimat penjelas yang berupa batasan, definisi, atau data statistik. Berikut ini adalah contoh paragraf deduktif pola rincian: “Orang yang dulunya sempat mengalami serangan jantung beresiko mengalami ketegangan psikis apabila dia langsung kembali bekerja. Hasil penelitian ini dipaparkan dr. Chantal Brisson, seorang peneliti dari Universitas Laval, Kanada. Sekitar 50 persen dari mereka yang pernah mengalami serangan jantung, baik pria maupun wanita ternyata merasakan ketegangan psikologis yang tinggi pasca serangan jantung begitu mereka kembali bekerja. Penelitian ini melibatkan responden berusia di bawah 60 tahun yang telah bekerja kembali beberapa bulan pasca serangan jantung. Para responden tersebut diwawancarai setelah mereka bekerja kembali selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para responden rentan mengalami gejala depresif, marah, gelisah, khawatir berlebihan, dan gangguan mental yang lainnya.”

Paragraf Deduktif Pola Alasan

Pengertian paragraf deduktif pola alasan yaitu paragraf yang dibuat dengan menempatkan kalimat utama yang berisi kesimpulan di awal paragraf, untuk diuraikan dalam beberapa kalimat penjelas yang berupa latar belakang dari terjadinya sesuatu atau penyebab secara umum. Berikut ini adalah contoh paragraf deduktif pola alasan: “Peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan atau disebut juga masa pancaroba merupakan awal dari kemunculan berbagai bibit penyakit. Di musim pancaroba, hujan yang turun belum merata. Di satu wilayah sudah turun hujan, sedangkan daerah lain keadaannya masih panas dan banyak debu. Tidak meratanya angin akan mudah menerbangkan debu dan berbagai kotoran yang membahayakan. Para lansia dan anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terkena imbasnya karena sistem pertahanan tubuhnya tidak sekuat orang dewasa. Jalan infeksi bakteri dan virus paling mudah adalah melalui jalur pernafasan, sehingga muncullah berbagai penyakit seperti pilek, batuk, sampai sesak napas.”

Contoh Paragraf Deduktif Secara Umum

Contoh paragraf deduktif yang pertama, “Penyalahgunaan narkoba dan miras sangat berbahaya untuk kesehatan manusia. Narkoba dan miras memiliki efek ketagihan pada para pemakainya. Setiap jenis narkoba dan miras memiliki efek berbeda-beda, tergantung dari dosis dan jenisnya. Efek yang seringkali terjadi yaitu menyebabkan detak jantung lebih cepat dari detak normal, bahkan pada kasus tertentu bisa mengakibatkan jantung tidak kuat menahannya sehingga menyebabkan kematian. Biasanya hal seperti ini terjadi pada mereka yang mengalami overdosis. Selain itu, narkoba dan miras juga menyebabkan pemakainya menjadi sakit secara psikis. Mereka tidak berani menerima kenyataan hidup secara wajar sebagaimana orang kebanyakan. Dan seringkali itu menyebabkan mereka menjauh dari keluarga dan orang-orang terdekatnya.“

Contoh paragraf deduktif yang kedua, “Kemacetan saat ini menjadi pemandangan yang rutin terjadi di Jakarta. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kemacetan di Jakarta. Pertama, jumlah kendaraan bermotor di Jakarta yang tak seimbang dengan luas badan jalan. Kedua, Kurangnya kedisiplinan pengguna jalan raya. Ketiga, munculnya tempat-tempat yang menyebabkan penyempitan jalan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas, seperti pasar tiban, pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya secara sembarangan, dan lain sebagainya. Yang terakhir, ketidaktegasan aparat berwenang dalam menyikapi pelanggar lalu lintas.”

Baca Juga : Pengertian Majas dan Contoh Teks Eksplanasi

Pada contoh pertama, kalimat utama dalam paragraf tersebut adalah “Penyalahgunaan narkoba dan miras sangat berbahaya untuk kesehatan manusia.” Sedangkan pada contoh kedua, kalimat utamanya adalah “Kemacetan saat ini menjadi pemandangan yang rutin terjadi di Jakarta. Kalimat selanjutnya merupakan penjelasan dari kalimat utama. Demikianlah ulasan mengenai contoh paragraf deduktif dan pengertian dari paragraf deduktif. Semoga penjelasan beserta contoh-contohnya bisa membantu Anda memahami paragraf ini dengan lebih mudah. Semoga bermanfaat.