Lagu Anak Indonesia Terbaru November 2017

Lagu Anak Anak Indonesia merupakan lagu yang khusus diciptakan untuk anak-anak pada rentan usia di bawah sepuluh tahun yang digubah dengan lirik sederhana namun terkesan ceria.

Lagu anak-anak merupakan lagu yang khusus diciptakan untuk anak-anak pada rentan usia di bawah sepuluh tahun. Sebenarnya lagu yang tercipta khusus untuk anak-anak ini tidaklah hanya sekadar lirik yang dibawakan dengan nada saja, melainkan ada nilai-nilai edukasi yang sangat baik untuk anak pada lirik yang dinyanyikannya tersebut. Tidak sedikit lagu anak-anak di Indonesia yang akhirnya bisa mengajarkan anak-anak ini melakukan hal-hal yang sangat baik untuk sehari-harinya. Lirik lagu anak-anak memanglah tidak sepanjang lirik lagu orang dewasa. Yang terpenting di sini, anak-anak bisa menghafalkannya dengan mudah dan cepat. Juga nada yang mengiringinya tidak terlalu banyak seperti layaknya lagu untuk orang dewasa.

Lagu anak-anak terbaru yang penuh edukasi ini popular pada era 90-an, dimana pada saat itu banyak sekali artis cilik yang meramaikan lagu anak-anak ini dengan riang, sehingga memicu anak-anak lainnya untuk mau turut bernyanyi. Pada saat itu, dapat di katakan bahwa tidak ada anak yang tidak mengetahui lagu anak-anak yang sedang popular pada saat itu. Hampir seluruh anak bisa mengetahui dan hafal setiap lirik yang didengarkannya. Bahkan mereka tidak canggung untuk tampil di depan umum ketika ada perlombaan menyanyi lagu anak-anak yang sering di adakan pada era tersebut. Lagu anak-anak yang penuh nilai edukasi dan disukai anak-anak pada saat itu, salah satunya adalah lagu Mari Menabung ciptaan dari Imam Santoso.

“Bing beng bang yuk kita ke bank, bang bing bung yuk kita nabung, tang ting tung jangan dihitung, tahu tahu kita nanti dapat untung”, itu merupakan beberapa cuplikan lirik dari Lagu Mari Menabung ciptaan dari Imam Santoso. Seperti yang sudah dijelaskan diawal tadi, bahwa lagu anak-anak yang diciptakan khusus untuk anak-anak ini memang terdapat nilai edukasi yang sangat bagus untuk anak-anak. Lagu ini seperti berisi ajakan untuk anak-anak supaya belajar menyisihkan uang sakunya setiap hari lalu ditabung, sehingga nantinya anak-anak yang menabung tersebut bisa mendapatkan banyak uang ketika sudah besar nanti.

Tak disangka, Lagu Anak Anak yang muncul pada era 90-an tersebut bisa langsung menyedot banyak perhatian orang tua yang ingin mengajarkan anak-anaknya untuk bisa menyisihkan uang sakunya dengan melalui lagu ini. Dengan memperdengarkan lagu ini setiap harinya di rumah, menjadikan anak-anak turut bernyanyi. Sedangkan orang tua memberikan pengarahan kepada anak-anaknya untuk turut melakukan hal yang ada di dalam lagu tersebut, yaitu menabung. Tidak hanya lagu Mari Menabung saja yang sontak menjadi pusat perhatian para orang tua dan anak-anak ini. Ada lagu anak-anak lainnya yang juga menjadi popular pada era tersebut.

“Pelangi pelangi yang merupakan lirik dari Lagu Pelangi ciptaan dari AT Mahmud adalah salah satunya. Lagu anak-anak yang satu ini pun menjadi pusat perhatian para orang tua dari awal kemunculannya meramaikan musik anak-anak di Indonesia. Seperti pada liriknya tersebut, isi dari lagu ini adalah tentang pelangi yang memiliki berbagai macam warna di langit yang berwarna biru. Namun ada yang menarik di dua bait terakhir lagu Pelangi ini. Lagu ini kemudian seperti mengajarkan kepada anak-anak bahwa seluruh keindahan alam yang ada di bumi ini adalah ciptaan Tuhan yang maha kuasa.

Anak-anak tentu masih belum mengerti mengenai hal itu bukan, disinilah peran orang tua dalam menyampaikan nilai edukasi yang terdapat di dalam lagu Pelangi ciptaan AT Mahmud tersebut. Sehingga anak-anak dapat mengerti dan memahami isi dari lagu Pelangi ini, dan tidak hanya sekadar hafal menyanyikannya saja. Lagu Pelangi ini memang diiringi oleh musik yang sangat sederhana dan lirik yang cukup singkat sehingga memudahkan anak-anak dalam menghafalkannya dan menyanyikannya. Namun Lagu Pelangi ini merupakan salah satu lagu anak-anak yang mengajarkan anak-anak untuk mengenal sang pencipta sedari kecil, sehingga anak-anak tersebut dapat dengan mudah memahami kehidupan yang akan dijalaninya, meski tidak secara gamblang.

“Satu satu, aku sayang ibu, dua dua, juga sayang ayah, tiga tiga. sayang adik kakak, satu-dua-tiga, sayang semuanya”, ini merupakan satu lagi lagu anak-anak Indonesia yang memiliki nilai edukasi begitu kental terasa. Judul dari lagu di atas adalah Lagu Sayang Semuanya ciptaan dari Sandiyah Soerjono atau yang biasa dikenal dengan nama Ibu Kasur. Lagu Sayang Semuanya ini popular pada era 90-an dan sering diperdengarkan pada radio yang mengudara hampir di seluruh Indonesia. Popularnya lagu ini juga dibarengi dengan minat para orang tua yang mengajarkan anak-anaknya untuk bisa menyanyikan lagu Sayang Semuanya ini.

Seperti pada liriknya di atas yang berisi mengenai rasa sayang yang dicurahkan kepada seorang anak kepada keluarganya yang berisi ayah, ibu, serta kakak dan adiknya. Para orang tua harus serta merta memberikan pengarahan kepada anak-anaknya ketika menyanyikan lagu Sayang Semuanya ini. Sebab tidak semua anak-anak lantas memahami apa itu rasa sayang. Para orang tua pun harus turut cerdas ketika memperdengarkan lagu ini dan mengajarkannya pada anak-anak, dan memberikan pengetahuan apa itu rasa sayang. Rasa sayang merupakan rasa yang dimiliki oleh seseorang untuk turut merasa memiliki, berbuat baik, dan terus mengasihi orang lain tersebut.

Ketiga lagu tersebut dan lagu anak-anak lainnya yang popular pada tahun 90-an kemudian tiba-tiba saja seperti tidak dikenal anak-anak zaman sekarang yang memasuki era 2000an. Lagu anak-anak yang penuh nilai edukasi tersebut kemudian ditinggalkan dan tidak dikenal oleh anak-anak pada zaman sekarang. Bahkan lagu anak-anak tersebut dianggap lagu jadul atau jaman dulu yang tidak pantas dinyanyikan untuk anak-anak modern saat ini. Hal ini merupakan pukulan telak bagi pencipta lagu anak-anak yang memang mayoritas sudah berusia lanjut, sehingga beliau-beliau ini tidak melanjutkan karya-karyanya yang begitu berharga bagi masyarakat Indonesia.

Masuknya budaya asing pada era 2000-an ini tidak hanya mempengaruhi perilaku orang dewasa di Indonesia, melainkan juga anak-anak di Indonesia. Banyaknya peralihan musik dari era 90-an menuju 2000-an menjadikan musik sebagai alat untuk mencurahkan isi hati. Memang tidak ada salahnya, namun program-program musik untuk anak-anak di Indonesia ini kini sudah tidak ada lagi. Sehingga menjadikan anak-anak tidak lagi mengenal lagu anak-anak yang begitu popular pada era 90-an. Untuk lagunya saja mereka tidak mengenalnya, terlebih para penciptanya yang begitu berjasa bagi anak-anak di era 90-an tersebut.

Lagu Anak Anak Indonesia Desember 2018 pada masa ini digantikan dengan lagu yang berisi tidak sesuai pada usianya. Lagu yang diperdengarkan kepada anak-anak justru berisi materi yang harusnya hanya diperdengarkan kepada orang dewasa saja. Hal ini bukanlah hal yang sepele, hanya karena lagu saja, anak-anak zaman sekarang sudah bisa melakukan hal-hal yang seharusnya belum mereka lakukan seperti berpacaran. Hal ini disebabkan karena lagu yang mereka dengarkan adalah lagu untuk orang dewasa, bukanlah lagu yang dibuat khusus untuk usia mereka yang masih anak-anak. Demikan blog Aktual.ID melaporkannya.