Ucapan Selamat Natal Menurut Islam Boleh Atau Haram?

Ini dikhususkan bagi orang Islam yang tentunya menurut hukum Islam tentang mengucapkan Selamat Natal kepada umat Kristen. Dalam Hukum Islam, berlandaskan Al-Qur’an, hadits dan juga pendapat para Ulama, masalah ini sebenarnya telah sampai pada tahapan babak final. Para ulama dari berbagai mazhab baik Hanafi, Maliki, Syafi’i, maupun Hambali, seluruhnya sepakat mengenai haramnya mendatangi perayaan hari raya Non Muslim dan juga bertasyabuh (menyerupai) acara mereka. (Lihat kitab Iqtidha’ ash-Shiraat al-Mustaqim 2/425 dan juga Ahkam Pakar adz-Dzimmah 2/227).

Gambar DP BBM Ucapan Selamat Natal Menurut Hukum Islam

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia ter-masuk bagian daripada mereka” (HR. Abu Daud). Dalam Kitab Al-Fiqhul-Islami, bentuk tasyabuh yang dilarang tersebut banyak bentuknya, antara yang lain mencucapkan selamat kepada hari raya Non Muslim.

Ibnul Qayim rahimahullah mengatakan: “Bahwa mengucapkan selamat kepada syiar agama Non Muslim ialah haram berlandaskan pada kesepakatan. Lebih-lagi, di sisi Allah SWT dosanya lebih besar dan juga lebih dimurkai ketimbang mengucapkan selamat meminum arak, selamat membunuh, berzina, dan juga semisalnya. Banyak orang dewasa ini yang tidak paham Islam terjerumus kedalamnya semantara dia tidak ngerti keburukan yang telah dilakukannya. Siapa yang mengucapkan selamat kepada seseorang sebab maksiatnya, kebid’ahannya, dan juga kekufurannya berarti dia menantang kemurkaan Allah SWT. ”

Fatwa ulama terkini juga mengharamkan ucapan Selamat Natal yang dilakukan oleh Orang Islam kepada Kaum Non Muslim: “ Tidak boleh satu orang muslim pun memberi ucapan selamat kepada umat Kristen pada hari raya mereka sebab sesungguhnya dalam perbuatan tersebut terdapat tolong-menolong dalam perbuatan dosa. Dan juga kita di larang dari perbuatan tersebut, Allah SWT berfirman: “Dan tidak boleh tolong-menolong dalam berbuat dosa dan juga pelanggaran. ” Di dalamnya juga mengandung perasaan cinta kepada mereka dan juga menuntut untuk mencintai mereka beserta syiarnya dengan meridhai mereka dan juga syiar-syiar mereka. Ini semuanya tidak boleh dilakukan, kita semua harus bertoleransi saja seperti yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW.

Sebenarnya, toleransi dan juga sikap saling menghormati tidak mesti dilakukan dengan ucapan selamat hari raya. Apalagi, dalam ucapan “Selamat Natal”, di dalamnya terselip pengakuan Nabi Isa selaku Tuhan Yesus. Dalam perihal ini, sikap kehati-hatian umat Islam amat dituntut, agar seluruh perilaku dan juga ucapan kita tidak bertentangan dengan akidah Islam.

Kata Ucapan Selamat Natal Haram Kah? Ustadz Felix Siauw dan Lukman Hakim Saifuddin Menjawab

Menjelang Hari Raya Natal bagi umat Kristiani dan juga Tahun Baru, sebagian besar masyarakat Indonesia mulai membicarakan ucapan selamat Natal ada juga yang membicarakan Gambar DP BBM Ucapan Selamat Natal. Sebagian Kalangan menilai bahwa mengucapkan selamat natal itu adalah haram.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin sebelumnya menyatakan ada ulama yang menyatakan muslim tidak boleh mengucapkan selamat hari natal. Cuma saja ada yang mengizinkan dengan satu buah dalil Al Quran yaitu Surat Maryam ayat 33.

Menurut sebagai kecil ulama tersebut, ucap Lukman Hakim, ayat tersebut menerangkan soal salam kepada Nabi Isa AS selaku Nabi, bukan Tuhan seperti anggapan umat Kristiani. “Karena memang Nabi Isa sendiri menyatakan, berikan salam kepadaku ketika lahir dan juga meninggal, ” tutur dia.

Ustadz Felix Siauw menyatakan Nabi Muhammad tidak pernah melaksanakan hal tersebut. “kalau mengucap selamat hari raya agama yang lain tersebut boleh | tentu Rasulullah dan juga sahabat telah mencontohkan lebih dulu, ” begitu tuturnya melalui akun @felixsiauw.

Firman Allah ta’ala (yang artinya):

Kaum Yahudi dan Kaum Nasrani TIDAK AKAN rela kepadamu, hingga kamu mengikuti agama mereka“. (QS. Al Baqoroh: 120).

Begitu pula firmanNya (yang artinya):

Orang-orang kafir akan TERUS memerangi kalian hingga mereka menjadikan kalian keluar dari agama kalian” (QS. Al Baqoroh: 217).

Umat Islam haram me-ngikuti Pakar Kitab (Yahudi dan juga Nasrani) dalam merayakan Hari Natal ataupun hari raya mereka, beserta mengucapkan ucapan “Selamat Natal” Mengirim Gambar Foto DP BBM Selamat Natal, sebab ini adalah bagian dari kegiatan khas keagamaan mereka, ataupun syiar agama mereka yang batil. Kita pun dilarang meniru mereka terkait hari raya umat Kristiani.

Keharaman terkait ucapan, DP BBM, ataupun merayakan Natal bagi umat Islam itu dinyatakan dalam al-Kitab, as-Sunnah dan Ijma’ Sahabat.  dalam al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَاماً [الفرقان:72]

“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kemaksiatan, dan apabila mereka bertemu dgn (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berguna, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (Q.s. al-Furqan [25]: 72)

Mujahid (Mufassir), dalam menafsirkan ayat tersebut diatas menyebutkan bahwa, “az-Zûr (kemaksiatan) itu ialahh hari raya kaum Musyrik. Begitu pun pendapat yang sama diutarakan oleh ar-Rabî’ bin Anas, al-Qâdhî Abû Ya’lâ dan ad-Dhahâk.” Ibn Sirîn berkomentar, “az-Zûr adalah Sya’ânain. Sedangkan Sya’ânain adalah hari raya kaum Kristiani. Mereka menyelenggarakannya pada hari Ahad sebelumnya untuk Hari Paskah. Mereka merayakannya dengan membawa pelepah kurma. Mereka mengira itu mengenang masuknya Isa al-Masih ke Baitul Maqdis.”[1]

Wajh ad-dalâlah (bentuk penunjukan dalil)-nya adalah, jika Allah SWT memuji orang-orang yang tidak menyaksikan az-Zur (Hari Raya kaum Kafir), padahal hanya sekedar hadir dengan melihat atau mendengar, lalu bagaimana dengan tindakannya jika lebih dari itu, yaitu merayakannya. Bukan sekedar menyaksikan.

Disisi lain, Tindakan Sahabat Rasuluulah SAW (Umar) dengan syarat yang ditetapkannya untuk Ahli Dzimmah telah disepakati oleh semua para sahabat, dan para fuqaha’ setelahnya, bahwa Ahli Dzimmah tidak boleh mendemonstrasikan hari rayanya di wilayah Islam. Para sahabat sepakat, bahwa merayakan hari raya mereka saja tidak boleh, lalu bagaimana jika kaum Muslim melakukannya, maka tentu tidak boleh lagi.

‘Umar pun berpesan:

إِيَّاكُمْ وَرِطَانَةَ الأَعاَجِمِ، وَأَنْ تَدْخُلُوْا عَلَى الْمُشْرِكِيْنَ يَوْمَ عِيْدِهِمْ فِيْ كَنَائِسِهِمْ فَإِنَّ السُّخْطَةَ تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمْ [رواه أبو البيهقيإسناد صحيح].

“Tinggalkanlah bahasa kaum ajam (non-Arab). Janganlah kalian memasuki (perkumpulan) kaum Musyrik dalam hari raya mereka di gereja-gereja mereka. Karena murka Allah akan diturunkan kepada mereka.” (Hr. al-Baihaqi dengan Isnad yang Shahih).

Dari Penjelasan diatas sangat jelas bahwa mengirimkan DP BBM Ucapan selamat Natal itu sama juga seperti mengucapkan selamat natal yang hukumnya adalah Haram .

 

 

Baca Juga Artikel Berikut Ini :

Rating: 5.0/5. From 1 vote.
Please wait...