Contoh Teks Eksplanasi Dan Ciri-cirinya

Aktual.ID (Teks Eksplanasi) – Belajar teori bahasa atau yang secara singkat sering digeneralisasikan sebagai ilmu bahasa, pasti kita harus mengetahui jenis-jenis teks yang biasa menjadi bentuk penjabaran suatu keterangan bahasa. Jenis-jenis teks bahasa sebenarnya tergantung pada kajian atau bahan apa yang akan dibahas, selanjutnya baru Anda bisa menentukan teks tipe apakah yang ingin Anda tulis untuk bisa mewakili tema tersebut. Salah satu bentuk paling populer dalam teknik penjabaran teks adalah tipe eksplanasi. Sebenarnya apakah yang masuk pada kategori teks eksplanasi itu, dan bagaimana Contoh Teks Eksplanasi Dan Ciri-cirinya dipakai dalam suatu tulisan, akan menjadi obyek fokus pada kajian kali ini.

Untuk siswa dan juga pendidik, ataupun seorang yang berniat menjadi profesional dalam tulis-menulis, menjadi seorang yang pandai memilih jenis teks merupakan satu skill yang wajib diasah dalam dunia Pendidikan. Biasanya siswa tingkat sekolah menengah ataupun tingkat menengah atas, akan mempelajari cara menulis teks eksplanasi sebagai bab wajib dalam pelajaran bahasa Indonesia. Sementara itu bagi pendidik terutama guru bahasa, bisa memiliki skill yang baik tentang jenis-jenis teks tentu merupakan satu syarat wajib agar pendidik bisa menyampaikan ilmunya dan teorinya dengan lebih lugas pada siswa. Seperti yang dikatakan orang bijak; cara mendidik yang baik adalah ketika dia lebih tahu tentang apa yang dia bicarakan. Jadi baik siswa ataupun pendidik, belajar menjadi kegiatan yang sama-sama tidak bisa diabaikan. Ilmu bahasa sebagai ilmu terapan yang terus berkembang tidak bisa menggunakan sumber rujukan yang stagnan namun perlu dilengkapi dengan wacana-wacana dan contoh perkembangan bahasa terkini.

Sementara itu bagi kelompok ketiga, mengetahui jenis-jenis penjabaran teks seperti teks eksplanasi, teks observasi, dan lainnya menjadi syarat utama Anda dalam memenuhi kualifikasi profesional. Contohnya seorang wartawan, apapun tingkat medianya, haruslah mengetahui bagaimana cara dia akan menyampaikan suatu berita, apakah dengan eksplanasi, dengan teks observasi, atau yang lain. Tentu dia mesti pandai membaca gejala atau bahan berita yang ada, dan memilih sudut pandang apa yang akan diambil. Teks eksplanasi merupakan satu bentuk penyajian teks yang paling umum dan paling sering dipakai untuk menuliskan berita. Teks-teks yang cepat dan actual, yang tidak membutuhkan analisa yang mendalam atau perbandingan panjang, bisa ditulis dengan teks eksplanasi.

Mengenal Karakteristik Eksplanation Teks

Jadi, apakah yang dimaksud dengan teks eksplanasi? Seperti arti harfiahnya, eksplanasi berarti penjelasan atau penjabaran. Lingkup tema dalam teks eksplanasi adalah semua teks yang membahas tentang kejadian alam atau gejala sosial dalam masyarakat. Secara sederhana, bayangkan jika Anda menemui suatu peristiwa yang Anda kira sangat unik atau sangat berarti dan mesti dituliskan, dalam keadaan seperti inilah Anda bisa memilih teks eksplanasi sebagai medianya. Mengapa teks eksplanasi sangat cocok untuk menjabarkan suatu peristiwa dalam bentuk tulisan? Hal ini tidak terlepas dari aspek-aspek pembangun sebuah teks eksplanasi itu sendiri.

Contoh teks eksplanasi yang tepat akan memenuhi semua spesifikasi yang harus dimiliki oleh tipe teks eksplanasi. Ya, untuk bisa membuat teks eksplanasi yang baik Anda harus memenuhi tiga ciri-ciri yang membentuk teks eksplanasi secara utuh berikut ini:

  1. Pernyataan umum

Bagian pertama adalah pernyataan umum. Sebuah teks eksplanasi mestilah teks yang diawali dengan pernyataan umum terlebih dahulu. Alih-alih berperan sebagai pengantar, pernyataan umum ini adalah bagian inti yang tidak bisa Anda tinggalkan begitu saja. Menulis pernyataan umum bisa Anda lakukan dengan cara misalnya, memberi penjelasan secara umum tentang apa jenis peristiwa yang terjadi dan bagaimana peristiwa tersebut bisa Anda anggap menarik untuk ditulis. Jadi sebelum Anda menulis poin-poin penting yang nantinya menjadi isi teks, pernyataan umum merupakan pengantar wajib agar tulisan Anda utuh, tidak asal loncat. Sebut saja ketika Anda akan menulis satu peristiwa gempa bumi yang sering terjadi di Jogja, bukankah akan aneh bila tiba-tiba Anda menyajikan data tentang skala dan daerah gempa tanpa Anda beri pengantar umum tentang gempa dan hubungannya dengan Jogja terlebih dahulu?

  1. Deretan penjelas

Meskipun cara menulis berdasarkan teori saat ini mulai ditinggalkan oleh banyak penulis kontemporer, namun bagi para pemula atau yang ingin menulis dengan lebih cepat, menulis berdasarkan panduan teori tentu akan sangat membantu. Ibaratnya, Anda tidak akan bisa meninggalkan suatu teori sebelumnya pernah mengenalnya. Anda bisa mendapatkan batasan-batasan tertentu dalam alam bawah sadar Anda, seperti ketika mendapatkan beberapa batasan sub bab yang akan mempermudah pengelompokan ide dalam kepala. Di dalam struktur teks eksplanasi, setelah Anda membuat bagian kata pengantar, maka Anda bisa menyebutkan deretan penjelas teks. Bagian penjelas bisa terdiri dari satu atau beberapa paragraph yang berisikan data spesifik tentang peristiwa yang Anda tuliskan. Meski begitu, pilih dan hubungkanlah kalimat-kalimat penjelas yang bisa secara tematis bersambungan dengan bagian pernyataan umum.

  1. Interpretasi

Bagian terakhir adalah bagian yang bersifat opsional. Artinya Anda bisa mengikut sertakan bagian ini dalam tulisan Anda dan bisa pula mengabaikannya. Bila Anda rasa peristiwa tersebut masih terlalu dini untuk ditarik garis kesimpulannya, maka tentu saja interpretasi pada suatu teks eksplanasi tidak dibutuhkan. Interpretasi hanya bisa Anda lakukan apabila tema dalam tulisan teks Anda sudah bisa dianalisis secara utuh. Bagaimanapun, menyajikan pendapat dengan data yang kurang valid akan bisa memberikan kesan mengada-ada. Akhirnya, tulisan yang Anda maksudkan akan menjadi karya yang berkualitas, justru berbelok menjadi tulisan remeh ketika Anda tidak mampu menulis bagian interpretasi dengan baik. Untuk bisa membuat sebuah interpretasi yang berarti pemaknaan ini, Anda bisa menyebutkan pendapat Anda tentang gejala sosial yang sudah Anda sebut di bagian penjabaran dan penjelas, serta bisa diselingi dengan solusi yang Anda tawarkan.

Contoh teks eksplanasi bisa Anda lihat dari bagian headline berita, dan juga opini-opini dalam surat kabar. Sebagai media yang membidik pengabadian suatu gejala dengan cepat, surat resmi tentu saja harus menuliskan berita-beritanya dengan jenis teks yang efisien, ringkas, namun masih tepat sasaran. Karena teks eksplanasi adalah termasuk teks deskriptif yakni teks yang menyebutkan keterangan umum di awal tulisan kemudian baru disusul dengan penjelas-penjelas yang membangunnya, maka teks eksplanasi sangat cocok untuk menulis tulisan berita.

Baca Juga : Pengertian Majas dan Cerita Lucu Singkat

Misalkan cobalah Anda amati contoh teks eksplanasi dalam headline sebuah surat kabar. Maka Anda akan mendapati bahwa paragraph pertama dari berita tersebut pastilah berisi penjabaran-penjabaran yang paling umum dan urgen, untuk mewakili sebagian besar judul berita. Nah, adapun bagian-bagian penjelasannya, yakni bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi akan diuraikan secara perlahan dalam bagian sisi berita. Hal ini berguna agar pembaca yang tidak memiliki banyak waktu tetap mendapatkan informasi umum yang cukup mengenai peristiwa tersebut. Untuk berita-berita tertentu seperti feature dan deep report, dalam paragraph-paragraf terakhir akan ada porsi untuk menyajikan pendapat dan solusi dari penulis berita.